gambar dikutip dari: http://asianwiki.com/images/2/28/SKY_Castle-GP.jpg
Halo semua apa kabar? Ini adalah artikel review pertama yang akan saya bagikan. Selama masa karantina di rumah karena penyebaran virus corona yang ada di Indonesia, membuat saya dan semua warga Indonesia tercinta dan tersayang akan menghabiskan waktu di rumah lebih banyak. Sudah pasti sebagian warga Indonesia yang sangat tercinta ini akan sering menonton DRAKOR (Drama Korea) untuk menghabiskan waktu. Termasuk saya sendiri. Kali ini yang ingin saya bahas adalah Drama Korea SKY CASTLE yang tayang pada tahun 2018.
SKY CASTLE merupakan sebuah kompleks perumahan
mewah yang tentu saja dihuni oleh orang-orang berduit tebal, namun juga mereka
datang dari keluarga terhormat layaknya bangsawan. Mereka adalah keluarga
Dokter Kang Joon Sang seorang Kepala Departemen Ortopedi Rumah Sakit Joonam,
Keluarga Dokter Woo Yang-woo yang juga berpraktek di Rumah Sakit Joonam,
Profesor Cha Min Hyuk yang merupakan Profesor di Fakultas Hukum dan Mantan
Jaksa, serta Yu Seong Ju yang merupakan Dokter dan Calon Presiden Direktur Rumah
Sakit Joonam yang mendatang. Isteri para dokter dan professor tersebut memiliki
hubungan yang cukup dekat masing-masing, namun hubungan itu hanya dilandasi
karena keinginan tersembunyi demi kesuksesan anak masing-masing.
Suatu kali, anak Dokter Yu
Seong Ju bernama Park Yong Jae diterima di universitas terkemuka dan terbaik di
Korea Selatan yaitu Universitas Nasional Seoul (UNS) dengan nilai yang luar
biasa untuk jurusan yang prestise yaitu kedokteran, yang tentu saja mebuat ayah
dan Ibunya menjadi sangat bangga kepadanya. Namun ternyata, kelulusan itu hanya
membawa kebahagiaan sesaat dan meninggalkan kisah tragis bagi Keluarga Dokter
Yu dengan Lee Myung Joo (Isteri Dokter Yu) ditemukan bunuh diri dengan
menembakkan senjata dibawah dagunya. Dan dari sinilah kisah SKY CASTLE
mulai bergulir.
SKY CASTLE dengan dua puluh episodenya akan
memperlihatkan kita tentang keempat keluarga diatas yang saling memperlihatkan
gengsi, kehormatan, dan kekayaan, ketamakan, kesombongan dengan sangat jelas
dari sutradara didalam hubungan antar para suami-isteri terhadap tetangga
masing-masing ataupun dengan rekan kerja mereka di tempat kerja, namun dengan
cara yang unik dan yang lucu sehingga sering membuat saya tertawa serta adanya twist
yang disetiap episode membuat kita bertanya-tanya. Akibat semua hal-hal
duniawi membuat mereka sangat berambisi agar anak-anaknya lulus di Universitas
Nasonal Seoul adalah hal mutlak dan tidak terbantahkan. Bahkan untuk
mendapatkan hasil terbaik, mereka sampai menyewa pelatih dengan nilai yang
fantastis yang akan membuat kita kaget. Akan tetapi, akibat ambisi besar
tesebut justru membuat anak -anak mereka juga menjadi frustasi, penyendiri, dan
bahkan merasa tidak nyaman dengan orang tua sendiri. Anak-anak di SKY CASTLE
dipaksa tidur hingga larut malam bahkan sampai subuh, demi mendapatkan
peringkat terbaik, dan lulus di Universitas Nasional Seoul (UNS), karena
generasi keluarga mereka sebelumnya merupakan alumni dan terbaik di UNS. Serial
TV SKY CASTLE membuat kita malah menjadi kasihan kepada anak-anak mereka
yang hidupnya selama dua puluh empat jam hanya untuk mengerjakan soal dan soal
bahkan saat musim liburan sekolah, membuat mereka tidak dapat rileks dan
beristirahat yang secukupnya atau pun bermain walaupun dengan lingkungan rumah
yang besar, bersih, dan nyaman.
Selain dengan cerita yang
apik, entah saya saja atau yang lain merasakan bahwa sinamatografi di SKY
CASTLE sering memperlihatkan kita pengambilan gambar dengan kaca yang
menghadap para tokoh cukup kreatif dan unik. Begitu juga dengan mengambil
gambar yang memperlihat tangan para tokoh saat dikepalkan yang menurut saya
cukup sering, dan mungkin untuk menunjukkan kebimbangan dan ketakutan disaat
bersamaan. Namun sekali lagi, saya kurang tahu apakah sinematografer memiliki
arti yang lain atau pun hanya sebuah hal yang biasa. Tapi secara keseluruhan
saya suka pengambilan gambar dari SKY CASTLE.
Selain pesan tentang
ketamakan, kehormatan, kekayaan, keseombongan yang sudah saya sampaikan, drama
ini menyampaikan pesan utamanya yang menurut saya adalah kesuksesan anak tidak
selamanya karena mereka berada Universitas Ternama, sekolah ternama ataupun karena
mereka berkuliah. Di episode menjelang berakhirnya drama kita melihat sebagian
anak-anak di SKY CASTLE malah memilih jalan yang sangat berbeda dari keinginan
keluarga mereka masing-masing. Mungkin penulis cerita terilhami dari kisah Bill
Gates, Steve Jobs, yang membangun dua perusahaan raksasa walaupun Dropout.
Pandangan ini merupakan gagasan modern menurut saya. Karena kita harus mengakui
ada juga anak yang tidak ingin berkuliah namun mereka punya cara dan pandangan
sendiri tentang apa yang ingin mereka lakukan. Ataupun juga berkuliah di
universitas ternama bukan jaminan meraih kebahagiaan bagi diri sendiri.
Drama ini sangat saya
rekomendasikan kepada orang tua (bisa ditonton di aplikasi VIU) untuk memperlihatkan jalan yang terbaik bagi
anak mereka. Agar kebahagiaan dan kenyamanan dapat dirasakan buat seluruh
anggota keluarga. Semoga kalian suka dengan drama ini. (Rating dari Saya
8/10).

Komentar
Posting Komentar