Langsung ke konten utama

SKY CASTLE: DRAMA PEMBAWA GAGASAN MODERN



Halo semua apa kabar? Ini adalah artikel review pertama yang akan saya bagikan. Selama masa karantina di rumah karena penyebaran virus corona yang ada di Indonesia, membuat saya dan semua warga Indonesia tercinta dan tersayang akan menghabiskan waktu  di rumah lebih banyak. Sudah pasti sebagian warga Indonesia yang sangat tercinta ini akan sering menonton DRAKOR (Drama Korea) untuk menghabiskan waktu. Termasuk saya sendiri. Kali ini yang ingin saya bahas adalah Drama Korea SKY CASTLE yang tayang pada tahun 2018.
SKY CASTLE merupakan sebuah kompleks perumahan mewah yang tentu saja dihuni oleh orang-orang berduit tebal, namun juga mereka datang dari keluarga terhormat layaknya bangsawan. Mereka adalah keluarga Dokter Kang Joon Sang seorang Kepala Departemen Ortopedi Rumah Sakit Joonam, Keluarga Dokter Woo Yang-woo yang juga berpraktek di Rumah Sakit Joonam, Profesor Cha Min Hyuk yang merupakan Profesor di Fakultas Hukum dan Mantan Jaksa, serta Yu Seong Ju yang merupakan Dokter dan Calon Presiden Direktur Rumah Sakit Joonam yang mendatang. Isteri para dokter dan professor tersebut memiliki hubungan yang cukup dekat masing-masing, namun hubungan itu hanya dilandasi karena keinginan tersembunyi demi kesuksesan anak masing-masing.
Suatu kali, anak Dokter Yu Seong Ju bernama Park Yong Jae diterima di universitas terkemuka dan terbaik di Korea Selatan yaitu Universitas Nasional Seoul (UNS) dengan nilai yang luar biasa untuk jurusan yang prestise yaitu kedokteran, yang tentu saja mebuat ayah dan Ibunya menjadi sangat bangga kepadanya. Namun ternyata, kelulusan itu hanya membawa kebahagiaan sesaat dan meninggalkan kisah tragis bagi Keluarga Dokter Yu dengan Lee Myung Joo (Isteri Dokter Yu) ditemukan bunuh diri dengan menembakkan senjata dibawah dagunya. Dan dari sinilah kisah SKY CASTLE mulai bergulir.
SKY CASTLE dengan dua puluh episodenya akan memperlihatkan kita tentang keempat keluarga diatas yang saling memperlihatkan gengsi, kehormatan, dan kekayaan, ketamakan, kesombongan dengan sangat jelas dari sutradara didalam hubungan antar para suami-isteri terhadap tetangga masing-masing ataupun dengan rekan kerja mereka di tempat kerja, namun dengan cara yang unik dan yang lucu sehingga sering membuat saya tertawa serta adanya twist yang disetiap episode membuat kita bertanya-tanya. Akibat semua hal-hal duniawi membuat mereka sangat berambisi agar anak-anaknya lulus di Universitas Nasonal Seoul adalah hal mutlak dan tidak terbantahkan. Bahkan untuk mendapatkan hasil terbaik, mereka sampai menyewa pelatih dengan nilai yang fantastis yang akan membuat kita kaget. Akan tetapi, akibat ambisi besar tesebut justru membuat anak -anak mereka juga menjadi frustasi, penyendiri, dan bahkan merasa tidak nyaman dengan orang tua sendiri. Anak-anak di SKY CASTLE dipaksa tidur hingga larut malam bahkan sampai subuh, demi mendapatkan peringkat terbaik, dan lulus di Universitas Nasional Seoul (UNS), karena generasi keluarga mereka sebelumnya merupakan alumni dan terbaik di UNS. Serial TV SKY CASTLE membuat kita malah menjadi kasihan kepada anak-anak mereka yang hidupnya selama dua puluh empat jam hanya untuk mengerjakan soal dan soal bahkan saat musim liburan sekolah, membuat mereka tidak dapat rileks dan beristirahat yang secukupnya atau pun bermain walaupun dengan lingkungan rumah yang besar, bersih, dan nyaman.
Selain dengan cerita yang apik, entah saya saja atau yang lain merasakan bahwa sinamatografi di SKY CASTLE sering memperlihatkan kita pengambilan gambar dengan kaca yang menghadap para tokoh cukup kreatif dan unik. Begitu juga dengan mengambil gambar yang memperlihat tangan para tokoh saat dikepalkan yang menurut saya cukup sering, dan mungkin untuk menunjukkan kebimbangan dan ketakutan disaat bersamaan. Namun sekali lagi, saya kurang tahu apakah sinematografer memiliki arti yang lain atau pun hanya sebuah hal yang biasa. Tapi secara keseluruhan saya suka pengambilan gambar dari SKY CASTLE.
Selain pesan tentang ketamakan, kehormatan, kekayaan, keseombongan yang sudah saya sampaikan, drama ini menyampaikan pesan utamanya yang menurut saya adalah kesuksesan anak tidak selamanya karena mereka berada Universitas Ternama, sekolah ternama ataupun karena mereka berkuliah. Di episode menjelang berakhirnya drama kita melihat sebagian anak-anak di SKY CASTLE malah memilih jalan yang sangat berbeda dari keinginan keluarga mereka masing-masing. Mungkin penulis cerita terilhami dari kisah Bill Gates, Steve Jobs, yang membangun dua perusahaan raksasa walaupun Dropout. Pandangan ini merupakan gagasan modern menurut saya. Karena kita harus mengakui ada juga anak yang tidak ingin berkuliah namun mereka punya cara dan pandangan sendiri tentang apa yang ingin mereka lakukan. Ataupun juga berkuliah di universitas ternama bukan jaminan meraih kebahagiaan bagi diri sendiri.
Drama ini sangat saya rekomendasikan kepada orang tua (bisa ditonton di aplikasi VIU) untuk memperlihatkan jalan yang terbaik bagi anak mereka. Agar kebahagiaan dan kenyamanan dapat dirasakan buat seluruh anggota keluarga. Semoga kalian suka dengan drama ini. (Rating dari Saya 8/10).

Komentar